Senin, 02 Maret 2015

Sepohon Kayu

Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Kami sembahyang fardhu sembahyang
Sunnah yang ada bukan sembarang
Supaya Allah menjadi sayang
kami bekerja hatilah riang
Kami sembahyang lima lah waktu
Siang dan malam sudahlah tentu
Hidup di kubur yatim piatu
Tinggallah seorang dipukul dipalu
Dipukul dipalu sehari-hari
Barulah ia sadarkan diri
Hidup di dunia tiada berarti
Akhirat di sana sangatlah rugi

Jadilah Sosok Kecil Lagi Tersembunyi


            Mungkin teman-teman yang sudah pernah menjadi panitia suatu acara yang dilakukan dikampus perlu membaca postingan ini sedikit, adakah teman-teman ketika ditempatkan menjadi panitia di posisi yang tidak nyaman atau tidak menguntungkan bagi teman-teman? , pasti sebagian orang  ada yang merasakan penempatannya disuatu acara kurang membuatnya senang karena ia tak pandai diposisi itu, atau mungkin ia kurang menyukai karena posisi itu kerjanya hanya dibelakang panggung. Maka saya akan mencoba mengulasnya sedikit kali ini.

           Hakikatnya manusia selalu ingin dipandang dan dianggap oleh orang lain, baik itu dalam penampilan maupun keterampilannya dalam melakukan aktifitas, dan akhirnya mereka akan dikenal oleh orang lain. Semua ingin memperoleh jabatan dan kedudukan yang mereka inginkan, mereka berlomba-lomba agar mendapatkan apa yang mereka impikan, Siapa coba yang tidak mau jika diberikan jabatan, tentu tidak akan ada yang menolak, itu semua sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak bisa dibantahkan.

Hal tersebut juga kita temui didunia kampus terkhususnya organisasi kampus. Dimana akan ada penempatan posisi-posisi yang akan diisi oleh mahasiswa dalam menjalankan roda organisasi, baik itu dalam menjalankan kegiatan oraganisasi maupun ketika ada acara atau agenda. Ada sebagian orang ketika mereka ditempatkan disuatu posisi, mereka ada yang mengeluh bahkan ada yang mempertanyakan posisi yang mereka dapatkan.

Sebagai contoh ketika sebuah organisasi melaksanakan kegiatan dan membutuhkan panitia, lalu semua sudah ditempatkan diposisi masing-masing, ada yang menjadi Coordinator(Co) ada juga yang menjadi staf, maka akan muncul suara-suara yang mengeluh dengan posisi yang mereka dapatkan, ada yang mengeluh mereka tidak mampu ditempatkan diposisi tersebutt, bahkan ada juga  yang yang mempertanyakan kenapa ia selalu menjadi staf dan tidak pernah menjadi Co, ada pula mahasiswa yang setiap ada acara ia selalu di bagian perlengkapan padahal ia ingin dibagian acara. Semua itu wajar terjadi didalam unit organisasi karena semua orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dan ingin lebih mengembangkan diri mereka.

            Murabbi saya pernah berkata kepada saya “tak peduli diamana pun antum ditempatkan, diamanahkan jadi ketua bisa, diamanahakan jadi anggota Alhamdulillah karena tidak terlalu banyak kerjaan, dapat co boleh, dapat staf Alhamdulillah juga. Yang penting bukan dimana antum ditempatkan tapi ada gak kontribusi antum disana .jadilah sosok kecil lagi tersembunyi, dia tak tampak tapi dia ada dan dapat dirasakan keberadaan dan kontribusinya.

            Yang saya maksudkan disini adalah lebih baik kita mendapatkan amanah yang kecil tapi berhasil dijalankan dengan baik, ketimbang medapatkan amanah yang besar tapi tak mampu menjalankannya. Karena apapun hasil syura (rapat)  itu sudah dipertimbangkan dengan matang. Walau kita tak tampak didepan layar panggung, buktikan bahwa kita ada dan dapat dirasakan keberadaannya.

            Jadi jangan mengeluh dengan amanah yang kita dapatkan, cukup lakukan saja yang terbaik untuk organisasi yang kita tempati, karena akan terasa manis hasil yang kita dapat jika kita melakukannya dengan senang hati tanpa berkeluh kesah.



Terinspirasi dari murabbi saya
FB        : facebook.com/ky.nand         
Twitter : twitter.com/riznand

Selasa, 13 Januari 2015

Organisasi Nomor Satu, Kuliah Harga Mati

Didalam dunia kampus kerap kali kita temui berbagai macam tipe mahasiswa dalam menjalankan kegiatan kulianya, salah satunya mahasiswa kupu-kupu ( kuliah-pulang kuliah-pulang), datang kekampus duduk, menyimak dosen, pulang kekost, langsung tidur. Sehingga lebih banyak aktifitas dikost daripada dikampus. Apalagi jika mahasiwa ini anak perantauan mengingat orang tua mereka dikampung banting tulang untuk mengkuliahkan anaknya dikota.

Coba perhatikan waktu SMA dulu, kita sudah diberitahu bahwa ketika kuliah dosen hanya menyampaikan pokok materi saja, kemudian mahasiswa lah yang dituntut mengembangkannya  belajar sendiri, mencari ilmu sendiri, serta didalam persentase mahasiswa dituntut belajar retorika berbicara, namun tidak sedikit dari mahasiwa yang sulit dalam berkomunikasi dengan baik.

Kuliah merupakan tugas pokok mahasiswa yang mana mereka dituntuk paham dengan pembelajaran Hard Skill dikampus, padahal didalam persaingan dunia kerja yang dibutuhkan adalah Soft Skill baik itu berupa leadership, cara berkomunikasi, serta kemampuan memimpin unit organisasi.

Dewasa ini, hard skill  bukanlah jaminan kesuksesan di dunia kerja. Memiliki soft skill akan lebih menjual dan berpengaruh bagi karir seseorang. “Dua keahlian tadi memang yang wajib dimiliki. Namun, kemampuan soft skill seperti kerja sama tim serta inovatiflah yang akan lebih sering digunakan nantinya,” ucap Rudi Widiyanto M.Psi, Psikolog Associate ECC UGM.

Untuk belajar itu semua dan menjadi mahasiswa yang kritis maka diperlukanya pengalaman dibidang organisasi, dimana disanalah tempat kita mengembang potensi diri, mencari jati diri, dan bermetamofosis menjadi mental baja yang siap terjun menyelesaikan masalah, semua itu ada didalam organisasi dan pasti tidak akan kita temui didalam perkuliahan. Nah sebagian orang berpikir bahwa organisasi akan mengganggu IP, karena kesibukan kita diorganisasi maka akan meninggalkan kuliah. Itu tidak benar, hal itu terjadi jika kita tidak bisa memajemen diri dan tidak bisa menyeimbangkan antara kuliah dan organsasi.

Pun banyak juga para aktivis kampus, organisasi itu nomor satu, ibaratnya ia mengambil jurusan kedua dikampus itu, tetapi kuliah harga mati bagi mereka, kenapa? mahasiswa yang cerdas adalah ia yang mampu menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi, ia mampu berprestasi di bidang akademik dan berkarya diluar akademik, dan banyak orang besar yang lahir dari rahim organisasi.

Selayaknya pula sebagai mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change yaitu mereka berpikir kritis dan mampu membawa perubahan yang lebih baik lagi. Ada juga mahasiswa yang berkoar-koar ketika demo mengkritik pemerintahan yang amburadul sedangkan nilai mata kuliahnya amburadul juga, ia tidak memandang kualitas diri dulu. Lumayan jika kuliahnya mantab, organisasinya oke, itu baru namanya mahasiswa sebagai agen perubahan, dan semua itu tidak lepas dari namanya manajemen organisasi yang baik. Karena prinsipnya adalah organisasi nomor satu, kuliah harga mati. Tidak ada kompromi.





FB : facebook.com/ky.nand

Sabtu, 10 Januari 2015

Robithah - Izzatul Islam

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan



Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami



Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Kalimat ajaib "Man jadda wajada"

Assalamualaikum wr.wb


Siang itu sebuah majelis yang kami harap dimuliakan, dikumpulkan dibawah pohon beringin besar di tepi lapangan candi muara jambi, Panas yang menyapa kulit tak ayalnya membuat kami gerah dan berusaha mencari perlindungan dibalik banyangan pohon beringin besar itu. Semua mata tertuju pada sang pemateri menunggu petuah apa yang akan kami dapatkan hari itu, Setelah lelah karena bermain sedikit game outbond kami kemudian diberi sedikit kajian.

Setelah majelis dibuka dengan lapas "bismillah" dan sedikit lantunan ayat suci Al-qur'an dari salah seorang akhwan sang pemateri pun memulai penyampaiannya tentang kiat-kiat dalam menghadapi ujian akhir semester, bagimana tips dan langkah agar sukses dalam ujian semester.

Tampak jelas awalnya kulihat pemateri agak sedikit gugup menyampaikan materinya, hinnga ditengah sesi penyampaian ia menyampaiakan pengalamannya sebagai mahasiswa ketika disemester awal seperti kami, beliau ternyata sejak semester satu hinnga semester akhir  IP (Indek Komulatif) paling rendah 3.5. Waw kami awalnya tidak percaya, tetapi kemudia ia membagikan tips nya kepada kami

"Orang Pintar akan dikalahkan dengan orang yang membawa catatan kemanapun ia pergi" sontak ada beberapa orang yg mengantuk mulai kembali meresapi kata-kata tadi. kemudian beliau melanjutkan
 " mulai dari hari ini siapkan kalimat ajaib yang akan menjadi motivasi dalam belajar kalian, kita lihat dari banyak orang sukses mereka selalu mempunyai kalimat ajaib yang membawa mereka terbang mencapai mimpi mereka, contohnya dalam novel 5 menara, sang penulis selalu menyebut kalimat Man Jadda Wajada , dengan kata tersebut mereka berhasil pergi ke negara impian mereka" 

Kadang kita menyepelekan sebuah kalimat yang terlintas dikepala kita, tanpa kita sadar orang lain menggunakan kalimat tersebut dalam setiap aktivitasnya dalam mencapai target yang ia rancang. Hari itu kalimat "Man Jadda Wajada"  yang dari dulu aku tau artinya tapi pada saat itu mulailah aku mengeti makna terdalam dari kalimat tersebut. "barang siapa yang bersungguh-sunnguh pasti akan mendapatkan"

Kata "Bersungguh-sungguh" disinilah yang baru paham artinya secara menyeluruh, ternyata selama ini setiap aktivitas baik itu kuliah maupun organasasi tidak pernah aku jalankan dengan sungguh-sungguh. mulai hari ini aku pun mencoba untuk mengoreksi diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hari ini kami memperoleh banyak pelajaran luar biasa yang "pasti" tidak akan kami peroleh diluar sana, dalam mejelis ini kami harap mempu menimba ilmu dengan sungguh-sungguh, dan sangat beruntung bisa hadir dan ikut serta dalam mejelis ini, semoga apa yang saya lakukan selalu istiqomah dan kontiniu tanpa mengenal rasa bosan.

Wasslamualaikum wr.wb



Jumat, 09 Januari 2015

BUNGKUS dan ISI

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia & menjemukan bila pikiran hanya digunakan untuk mencari & mengurus BUNGKUS-nya saja serta 
mengabaikan & mengacuhkan ISI-nya.
Apa itu "BUNGKUS"-nya dan apa itu "ISI"-nya?.

"Rumah yang indah" hanya bungkusnya..
"Keluarga bahagia" itu isinya...
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya..
"Sakinah, mawadah, warahmah" itu isinya...
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya..
"Tidur nyenyak" itu isinya...
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya..
"Hati yang bahagia" itu isinya...
"Makan enak" hanya bungkusnya..
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya...
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya..
"Kepribadian dan hati" itu isinya...
"Bicara" itu hanya bungkusnya..
"Amal nyata" itu isinya...
"Buku" hanya bungkusnya..
"Pengetahuan" itu isinya...
"Jabatan" hanya bungkusnya..
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya..
"Kharisma" hanya bungkusnya..
"Ahlaqul karimah" itu isinya...
"Hidup di dunia" itu bungkusnya..
"Hidup sesudah mati" itu isinya...

Utamakanlah ISI-nya.
Namun rawatlah BUNGKUS-nya...

Jangan memandang rendah & hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas..
Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati..
[Ust. DR. Amir Faishol Fath, MA.]

Jika Allah Tak Menghendaki Kita Lagi

Renungan
-السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apabila Allah tidak mengkehendaki kita lagi
Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan.
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan.

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah SWT dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi, sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia.
Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan beribadah kepada Allah.
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, rumah besar, mobil besar.

Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu orang lain lebih dari kita.
Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita.
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, solat tahajud dan bermunajat.

Kita cemburu apabila melihat orang lain ganti mobil baru dengan yang lebih mewah.
Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al'Quran sebulan dua kali.
Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin, tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita...maka panggilan Illahi bertambah dekat

Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat.

Sesungguhnya mati itu benar.
Alam kubur itu benar, Hisab itu benar, mahsyar Allah itu benar syurga dan neraka itu benar.

Penyelesaian kpd masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah, Allah muliakan dgn syurga 100x dunia"
Astaghfirullahaladziim.

Wassalamalaikum


Sumber FB : tausiyahku