Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2015

Jadilah Sosok Kecil Lagi Tersembunyi


            Mungkin teman-teman yang sudah pernah menjadi panitia suatu acara yang dilakukan dikampus perlu membaca postingan ini sedikit, adakah teman-teman ketika ditempatkan menjadi panitia di posisi yang tidak nyaman atau tidak menguntungkan bagi teman-teman? , pasti sebagian orang  ada yang merasakan penempatannya disuatu acara kurang membuatnya senang karena ia tak pandai diposisi itu, atau mungkin ia kurang menyukai karena posisi itu kerjanya hanya dibelakang panggung. Maka saya akan mencoba mengulasnya sedikit kali ini.

           Hakikatnya manusia selalu ingin dipandang dan dianggap oleh orang lain, baik itu dalam penampilan maupun keterampilannya dalam melakukan aktifitas, dan akhirnya mereka akan dikenal oleh orang lain. Semua ingin memperoleh jabatan dan kedudukan yang mereka inginkan, mereka berlomba-lomba agar mendapatkan apa yang mereka impikan, Siapa coba yang tidak mau jika diberikan jabatan, tentu tidak akan ada yang menolak, itu semua sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak bisa dibantahkan.

Hal tersebut juga kita temui didunia kampus terkhususnya organisasi kampus. Dimana akan ada penempatan posisi-posisi yang akan diisi oleh mahasiswa dalam menjalankan roda organisasi, baik itu dalam menjalankan kegiatan oraganisasi maupun ketika ada acara atau agenda. Ada sebagian orang ketika mereka ditempatkan disuatu posisi, mereka ada yang mengeluh bahkan ada yang mempertanyakan posisi yang mereka dapatkan.

Sebagai contoh ketika sebuah organisasi melaksanakan kegiatan dan membutuhkan panitia, lalu semua sudah ditempatkan diposisi masing-masing, ada yang menjadi Coordinator(Co) ada juga yang menjadi staf, maka akan muncul suara-suara yang mengeluh dengan posisi yang mereka dapatkan, ada yang mengeluh mereka tidak mampu ditempatkan diposisi tersebutt, bahkan ada juga  yang yang mempertanyakan kenapa ia selalu menjadi staf dan tidak pernah menjadi Co, ada pula mahasiswa yang setiap ada acara ia selalu di bagian perlengkapan padahal ia ingin dibagian acara. Semua itu wajar terjadi didalam unit organisasi karena semua orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dan ingin lebih mengembangkan diri mereka.

            Murabbi saya pernah berkata kepada saya “tak peduli diamana pun antum ditempatkan, diamanahkan jadi ketua bisa, diamanahakan jadi anggota Alhamdulillah karena tidak terlalu banyak kerjaan, dapat co boleh, dapat staf Alhamdulillah juga. Yang penting bukan dimana antum ditempatkan tapi ada gak kontribusi antum disana .jadilah sosok kecil lagi tersembunyi, dia tak tampak tapi dia ada dan dapat dirasakan keberadaan dan kontribusinya.

            Yang saya maksudkan disini adalah lebih baik kita mendapatkan amanah yang kecil tapi berhasil dijalankan dengan baik, ketimbang medapatkan amanah yang besar tapi tak mampu menjalankannya. Karena apapun hasil syura (rapat)  itu sudah dipertimbangkan dengan matang. Walau kita tak tampak didepan layar panggung, buktikan bahwa kita ada dan dapat dirasakan keberadaannya.

            Jadi jangan mengeluh dengan amanah yang kita dapatkan, cukup lakukan saja yang terbaik untuk organisasi yang kita tempati, karena akan terasa manis hasil yang kita dapat jika kita melakukannya dengan senang hati tanpa berkeluh kesah.



Terinspirasi dari murabbi saya
FB        : facebook.com/ky.nand         
Twitter : twitter.com/riznand

Selasa, 13 Januari 2015

Organisasi Nomor Satu, Kuliah Harga Mati

Didalam dunia kampus kerap kali kita temui berbagai macam tipe mahasiswa dalam menjalankan kegiatan kulianya, salah satunya mahasiswa kupu-kupu ( kuliah-pulang kuliah-pulang), datang kekampus duduk, menyimak dosen, pulang kekost, langsung tidur. Sehingga lebih banyak aktifitas dikost daripada dikampus. Apalagi jika mahasiwa ini anak perantauan mengingat orang tua mereka dikampung banting tulang untuk mengkuliahkan anaknya dikota.

Coba perhatikan waktu SMA dulu, kita sudah diberitahu bahwa ketika kuliah dosen hanya menyampaikan pokok materi saja, kemudian mahasiswa lah yang dituntut mengembangkannya  belajar sendiri, mencari ilmu sendiri, serta didalam persentase mahasiswa dituntut belajar retorika berbicara, namun tidak sedikit dari mahasiwa yang sulit dalam berkomunikasi dengan baik.

Kuliah merupakan tugas pokok mahasiswa yang mana mereka dituntuk paham dengan pembelajaran Hard Skill dikampus, padahal didalam persaingan dunia kerja yang dibutuhkan adalah Soft Skill baik itu berupa leadership, cara berkomunikasi, serta kemampuan memimpin unit organisasi.

Dewasa ini, hard skill  bukanlah jaminan kesuksesan di dunia kerja. Memiliki soft skill akan lebih menjual dan berpengaruh bagi karir seseorang. “Dua keahlian tadi memang yang wajib dimiliki. Namun, kemampuan soft skill seperti kerja sama tim serta inovatiflah yang akan lebih sering digunakan nantinya,” ucap Rudi Widiyanto M.Psi, Psikolog Associate ECC UGM.

Untuk belajar itu semua dan menjadi mahasiswa yang kritis maka diperlukanya pengalaman dibidang organisasi, dimana disanalah tempat kita mengembang potensi diri, mencari jati diri, dan bermetamofosis menjadi mental baja yang siap terjun menyelesaikan masalah, semua itu ada didalam organisasi dan pasti tidak akan kita temui didalam perkuliahan. Nah sebagian orang berpikir bahwa organisasi akan mengganggu IP, karena kesibukan kita diorganisasi maka akan meninggalkan kuliah. Itu tidak benar, hal itu terjadi jika kita tidak bisa memajemen diri dan tidak bisa menyeimbangkan antara kuliah dan organsasi.

Pun banyak juga para aktivis kampus, organisasi itu nomor satu, ibaratnya ia mengambil jurusan kedua dikampus itu, tetapi kuliah harga mati bagi mereka, kenapa? mahasiswa yang cerdas adalah ia yang mampu menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi, ia mampu berprestasi di bidang akademik dan berkarya diluar akademik, dan banyak orang besar yang lahir dari rahim organisasi.

Selayaknya pula sebagai mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change yaitu mereka berpikir kritis dan mampu membawa perubahan yang lebih baik lagi. Ada juga mahasiswa yang berkoar-koar ketika demo mengkritik pemerintahan yang amburadul sedangkan nilai mata kuliahnya amburadul juga, ia tidak memandang kualitas diri dulu. Lumayan jika kuliahnya mantab, organisasinya oke, itu baru namanya mahasiswa sebagai agen perubahan, dan semua itu tidak lepas dari namanya manajemen organisasi yang baik. Karena prinsipnya adalah organisasi nomor satu, kuliah harga mati. Tidak ada kompromi.





FB : facebook.com/ky.nand

Sabtu, 10 Januari 2015

Kalimat ajaib "Man jadda wajada"

Assalamualaikum wr.wb


Siang itu sebuah majelis yang kami harap dimuliakan, dikumpulkan dibawah pohon beringin besar di tepi lapangan candi muara jambi, Panas yang menyapa kulit tak ayalnya membuat kami gerah dan berusaha mencari perlindungan dibalik banyangan pohon beringin besar itu. Semua mata tertuju pada sang pemateri menunggu petuah apa yang akan kami dapatkan hari itu, Setelah lelah karena bermain sedikit game outbond kami kemudian diberi sedikit kajian.

Setelah majelis dibuka dengan lapas "bismillah" dan sedikit lantunan ayat suci Al-qur'an dari salah seorang akhwan sang pemateri pun memulai penyampaiannya tentang kiat-kiat dalam menghadapi ujian akhir semester, bagimana tips dan langkah agar sukses dalam ujian semester.

Tampak jelas awalnya kulihat pemateri agak sedikit gugup menyampaikan materinya, hinnga ditengah sesi penyampaian ia menyampaiakan pengalamannya sebagai mahasiswa ketika disemester awal seperti kami, beliau ternyata sejak semester satu hinnga semester akhir  IP (Indek Komulatif) paling rendah 3.5. Waw kami awalnya tidak percaya, tetapi kemudia ia membagikan tips nya kepada kami

"Orang Pintar akan dikalahkan dengan orang yang membawa catatan kemanapun ia pergi" sontak ada beberapa orang yg mengantuk mulai kembali meresapi kata-kata tadi. kemudian beliau melanjutkan
 " mulai dari hari ini siapkan kalimat ajaib yang akan menjadi motivasi dalam belajar kalian, kita lihat dari banyak orang sukses mereka selalu mempunyai kalimat ajaib yang membawa mereka terbang mencapai mimpi mereka, contohnya dalam novel 5 menara, sang penulis selalu menyebut kalimat Man Jadda Wajada , dengan kata tersebut mereka berhasil pergi ke negara impian mereka" 

Kadang kita menyepelekan sebuah kalimat yang terlintas dikepala kita, tanpa kita sadar orang lain menggunakan kalimat tersebut dalam setiap aktivitasnya dalam mencapai target yang ia rancang. Hari itu kalimat "Man Jadda Wajada"  yang dari dulu aku tau artinya tapi pada saat itu mulailah aku mengeti makna terdalam dari kalimat tersebut. "barang siapa yang bersungguh-sunnguh pasti akan mendapatkan"

Kata "Bersungguh-sungguh" disinilah yang baru paham artinya secara menyeluruh, ternyata selama ini setiap aktivitas baik itu kuliah maupun organasasi tidak pernah aku jalankan dengan sungguh-sungguh. mulai hari ini aku pun mencoba untuk mengoreksi diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hari ini kami memperoleh banyak pelajaran luar biasa yang "pasti" tidak akan kami peroleh diluar sana, dalam mejelis ini kami harap mempu menimba ilmu dengan sungguh-sungguh, dan sangat beruntung bisa hadir dan ikut serta dalam mejelis ini, semoga apa yang saya lakukan selalu istiqomah dan kontiniu tanpa mengenal rasa bosan.

Wasslamualaikum wr.wb



Jumat, 09 Januari 2015

BUNGKUS dan ISI

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia & menjemukan bila pikiran hanya digunakan untuk mencari & mengurus BUNGKUS-nya saja serta 
mengabaikan & mengacuhkan ISI-nya.
Apa itu "BUNGKUS"-nya dan apa itu "ISI"-nya?.

"Rumah yang indah" hanya bungkusnya..
"Keluarga bahagia" itu isinya...
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya..
"Sakinah, mawadah, warahmah" itu isinya...
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya..
"Tidur nyenyak" itu isinya...
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya..
"Hati yang bahagia" itu isinya...
"Makan enak" hanya bungkusnya..
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya...
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya..
"Kepribadian dan hati" itu isinya...
"Bicara" itu hanya bungkusnya..
"Amal nyata" itu isinya...
"Buku" hanya bungkusnya..
"Pengetahuan" itu isinya...
"Jabatan" hanya bungkusnya..
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya..
"Kharisma" hanya bungkusnya..
"Ahlaqul karimah" itu isinya...
"Hidup di dunia" itu bungkusnya..
"Hidup sesudah mati" itu isinya...

Utamakanlah ISI-nya.
Namun rawatlah BUNGKUS-nya...

Jangan memandang rendah & hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas..
Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati..
[Ust. DR. Amir Faishol Fath, MA.]

Untukmu para pejuang



Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan dengan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hungungan harta benda yang ada pada mereka.
Maka demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa ketika orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita ketika orang lain berduka cita. (HR. Abu Daud)
   Assalamualaikum Wr.Wb

 Siapakah kaum tersebut, serta apa yang membuat mereka mencitai Allah dan Allah pun mencitai mereka. mereka satu sama lain tidak ada hubungan darah, keluarga ataupun kerabat. jiwa mereka telah diisi oleh ketaatan kepada Allah, Sehingga raut wajah mereka memancarkan cahaya iman membedakan mereka dengan orang lain, dan mereka tidak pernah merasa takut selain takut mereka kepada Allah.

 Saya menyebut mereka adalah para pejuang dakwah, yang mempertahankan dakwah dengan sepenuh jiwa raga mereka, mereka yang selalu siap membongkar makar para kapitalis dan zionis yang kejam, mereka yang selalu mencucurkan keringat, mengurangi jam tidur, dan segala jerih payah yang mereka lakukan hanya untuk menegakkan "Dinullah" di bumi ini.

Mereka bukanlah kayu lapuk yang hancur dengan tempaan, tapi mereka adalah besi baja berkualitas prima, sehingga tempaan akan menjadikan mereka pedang yang semakin tajam penebas kezaliman dan penegak kebenaran, yang mana setiap gesekan pedang tersebut akan memancarkan cahaya dan membuat nya lebih kuat.

Sungguh teman, ketika melihat kalian bekerja, berpeluh mengucurkan keringat dalam jalan dakwah ini dan saya tidak ada disana itu membuat saya iri !!! Dan bertanya-tanya apakah kemampuan dan kapasitas saya belum sampai disana, lalu saya teringat tentang filosi pedang tadi, bahwa tekanan dan gesekan akan membuat kita lebih kuat dan tajam lagi, mengajarkan kepada saya bahwa jalan yang ditempuh ini memang sulit, karena kita adalah "Khairu ummah" kita adalah kaum terpilih tersebut teman-teman. Karena pada hakikatnya kita adalah penerus jalan ini, ada atau tidaknya kita jalan ini akan terus berlanjut, Pertanyaannya adalah  apa kontribusi kita didalam jalan dakwah ini.

Wahai para pejuang

Tidak ada hal besar yang bisa dicapai kecuali dengan pengorbanan yang besar, untuk perjuangan yang besar ini dituntut keikhlasan. Ikhlas dalam arti ketika kita melakukannya tidak mengharapkan tepuk tangan dari orang lain, menunaikan kewajiaban kita dan menceritakannya dengan orang lain dengan maksud riya. Biarlah setiap tetesan peluh yang jatuh dibumi Allah ini menjadi saksi perjuangan kalian menegakkan Dinullah ini, setiap derap langkah kaki dan ayunan tangan menjadi bukti pejuangan ini, karena Allah lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.


Wassalamualaikum.




Fb : facebook.com/ky.nand

Rabu, 31 Desember 2014

Bagaimana Mungkin Kupukul Tulang Rusukku Sendiri

Wahai penyempurna agamaku apa kabarmu? di petala cinta ini, aku menyebutmu dalam syair-syair Rinduku.

Kau yang membuatku berhasil serupa Adam, Bagaimana mungkin kujadikan engkau diposisi terhina di jasadku, sebagai alas kaki, ku injak-injak lantas kurendahkan dirimu sedemikian rupa. Bukankah kau tidak tercipta dari tulang kaki?

Tak selayaknya aku membebanimu dengan tanggung jawab yang sedemikian berat, mencari nafkah untukku dan anak-anaku guna bertahan hidup. Sungguh itu takkan mungkin kulakukan! karena kutahu kau tak tercipta dari tulang punggung.

Aku juga tak ingin menjadikanmu sebagai pemimpin di keluarga kita, mengatur biduk rumah tangga agar berjalan dengan baik. Jika itu ku lakukan kau akan berlaku semena-mena kepadaku dan anak-anaku kelak Bukankah kau tercipta tidak dari tulang kepala.

Kuingin mengajarimu dengan cinta dan kasih sayang, tidak menjadikanmu sebagai alat untuk melaksanakan semua keinginanku, dan semua nafsuku. Karena kutahu kau tercipta tak dari tulang tangan.

Sungguh, kau tercipta dari tulang rusukku, berada dibawah lenganku agar senantiasa kujaga serta  ku lindungi dari berbagai macam bahaya, berada dalam ragaku dalam suka dan duka, selalu merasakan hal yang sama sepertiku hingga akhir masa.

Bagimana mungkin kupukul tulang rusukku sendiri ?

Jumat, 26 Desember 2014

Mimpi ke 39 saya



Bissmillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah saya akhirnya bisa juga membuat Blog, Perkenalkan nama saya Rizky Nanda saya sekarang sedang kuliah di Universitas Jambi Jurusan Akuntansi, membuat blog ini sebenarnya adalah mimpi ke 39 saya dalam 100 mimpi yang insya allah akan saya capai, semua ini terinspirasi dari sosok pemuda ITB yang berhasil menggapai mimpi-mimpinya, beliau pernah berkata :

"Berani dan Beranilah bermimpi besar, Tuliskan mimpi anda secara nyata didalam kertas, Berjuanglah untuk mewujudkannya dengan sepenuh hati, suatu hari nanti anda akan melihat kertas itu penuh dengan coretan, Karena Allah berkenan agar anda dapat menggapainya !"
 mau tau siapa orangnya ? search sendiri di google.

Insya allah Blog ini akan menjadi manfaat untuk kita semua, saya akan berbagi dan kita saling berbagi karena berbagi itu indah teman teman.



Salam Semangat Penuh Cinta




enjoy the blog