Mungkin teman-teman yang sudah
pernah menjadi panitia suatu acara yang dilakukan dikampus perlu membaca
postingan ini sedikit, adakah teman-teman ketika ditempatkan menjadi panitia di
posisi yang tidak nyaman atau tidak menguntungkan bagi teman-teman? , pasti
sebagian orang ada yang merasakan
penempatannya disuatu acara kurang membuatnya senang karena ia tak pandai
diposisi itu, atau mungkin ia kurang menyukai karena posisi itu kerjanya hanya
dibelakang panggung. Maka saya akan mencoba mengulasnya sedikit kali ini.
Hakikatnya manusia selalu ingin
dipandang dan dianggap oleh orang lain, baik itu dalam penampilan maupun
keterampilannya dalam melakukan aktifitas, dan akhirnya mereka akan dikenal
oleh orang lain. Semua ingin memperoleh jabatan dan kedudukan yang mereka
inginkan, mereka berlomba-lomba agar mendapatkan apa yang mereka impikan, Siapa
coba yang tidak mau jika diberikan jabatan, tentu tidak akan ada yang menolak,
itu semua sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak bisa dibantahkan.
Hal tersebut juga kita temui didunia kampus terkhususnya
organisasi kampus. Dimana akan ada penempatan posisi-posisi yang akan diisi
oleh mahasiswa dalam menjalankan roda organisasi, baik itu dalam menjalankan
kegiatan oraganisasi maupun ketika ada acara atau agenda. Ada sebagian orang
ketika mereka ditempatkan disuatu posisi, mereka ada yang mengeluh bahkan ada
yang mempertanyakan posisi yang mereka dapatkan.
Sebagai contoh ketika sebuah organisasi melaksanakan
kegiatan dan membutuhkan panitia, lalu semua sudah ditempatkan diposisi
masing-masing, ada yang menjadi Coordinator(Co) ada juga yang menjadi staf,
maka akan muncul suara-suara yang mengeluh dengan posisi yang mereka dapatkan,
ada yang mengeluh mereka tidak mampu ditempatkan diposisi tersebutt, bahkan ada
juga yang yang mempertanyakan kenapa ia
selalu menjadi staf dan tidak pernah menjadi Co, ada pula mahasiswa yang setiap
ada acara ia selalu di bagian perlengkapan padahal ia ingin dibagian acara.
Semua itu wajar terjadi didalam unit organisasi karena semua orang mempunyai
kemampuan yang berbeda-beda dan ingin lebih mengembangkan diri mereka.
Murabbi saya pernah berkata kepada
saya “tak peduli diamana pun antum
ditempatkan, diamanahkan jadi ketua bisa, diamanahakan jadi anggota
Alhamdulillah karena tidak terlalu banyak kerjaan, dapat co boleh, dapat staf
Alhamdulillah juga. Yang penting bukan dimana antum ditempatkan tapi ada gak
kontribusi antum disana .jadilah sosok kecil lagi tersembunyi, dia tak tampak tapi dia ada dan dapat
dirasakan keberadaan dan kontribusinya.
Yang saya maksudkan disini adalah
lebih baik kita mendapatkan amanah yang kecil tapi berhasil dijalankan dengan
baik, ketimbang medapatkan amanah yang besar tapi tak mampu menjalankannya.
Karena apapun hasil syura (rapat) itu
sudah dipertimbangkan dengan matang. Walau kita tak tampak didepan layar
panggung, buktikan bahwa kita ada dan dapat dirasakan keberadaannya.
Jadi jangan mengeluh dengan amanah yang
kita dapatkan, cukup lakukan saja yang terbaik untuk organisasi yang kita
tempati, karena akan terasa manis hasil yang kita dapat jika kita melakukannya
dengan senang hati tanpa berkeluh kesah.
Terinspirasi
dari murabbi saya
FB : facebook.com/ky.nand
Twitter : twitter.com/riznand
Tidak ada komentar:
Posting Komentar