Jumat, 09 Januari 2015

Untukmu para pejuang



Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan dengan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hungungan harta benda yang ada pada mereka.
Maka demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa ketika orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita ketika orang lain berduka cita. (HR. Abu Daud)
   Assalamualaikum Wr.Wb

 Siapakah kaum tersebut, serta apa yang membuat mereka mencitai Allah dan Allah pun mencitai mereka. mereka satu sama lain tidak ada hubungan darah, keluarga ataupun kerabat. jiwa mereka telah diisi oleh ketaatan kepada Allah, Sehingga raut wajah mereka memancarkan cahaya iman membedakan mereka dengan orang lain, dan mereka tidak pernah merasa takut selain takut mereka kepada Allah.

 Saya menyebut mereka adalah para pejuang dakwah, yang mempertahankan dakwah dengan sepenuh jiwa raga mereka, mereka yang selalu siap membongkar makar para kapitalis dan zionis yang kejam, mereka yang selalu mencucurkan keringat, mengurangi jam tidur, dan segala jerih payah yang mereka lakukan hanya untuk menegakkan "Dinullah" di bumi ini.

Mereka bukanlah kayu lapuk yang hancur dengan tempaan, tapi mereka adalah besi baja berkualitas prima, sehingga tempaan akan menjadikan mereka pedang yang semakin tajam penebas kezaliman dan penegak kebenaran, yang mana setiap gesekan pedang tersebut akan memancarkan cahaya dan membuat nya lebih kuat.

Sungguh teman, ketika melihat kalian bekerja, berpeluh mengucurkan keringat dalam jalan dakwah ini dan saya tidak ada disana itu membuat saya iri !!! Dan bertanya-tanya apakah kemampuan dan kapasitas saya belum sampai disana, lalu saya teringat tentang filosi pedang tadi, bahwa tekanan dan gesekan akan membuat kita lebih kuat dan tajam lagi, mengajarkan kepada saya bahwa jalan yang ditempuh ini memang sulit, karena kita adalah "Khairu ummah" kita adalah kaum terpilih tersebut teman-teman. Karena pada hakikatnya kita adalah penerus jalan ini, ada atau tidaknya kita jalan ini akan terus berlanjut, Pertanyaannya adalah  apa kontribusi kita didalam jalan dakwah ini.

Wahai para pejuang

Tidak ada hal besar yang bisa dicapai kecuali dengan pengorbanan yang besar, untuk perjuangan yang besar ini dituntut keikhlasan. Ikhlas dalam arti ketika kita melakukannya tidak mengharapkan tepuk tangan dari orang lain, menunaikan kewajiaban kita dan menceritakannya dengan orang lain dengan maksud riya. Biarlah setiap tetesan peluh yang jatuh dibumi Allah ini menjadi saksi perjuangan kalian menegakkan Dinullah ini, setiap derap langkah kaki dan ayunan tangan menjadi bukti pejuangan ini, karena Allah lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.


Wassalamualaikum.




Fb : facebook.com/ky.nand

Tidak ada komentar:

Posting Komentar